Before U Read and Get Information From Me

Please... Give Me a Gift.
No Difficult.
No Expensive.
No More.

Give Me a Gift; "The Fatihah 4"
Okeyy.

Minggu, 17 Oktober 2010

My Story Collection_3

i want to tell about my love travelling. but if  i want to begin it, i get a difficulty. i couldn't continue my story...
i dont know either about that. i think i dont want to publish my privacy...

Next !!! This is My Imagination Story. (CERPEN)

"Man Jadda Wa Jada"

"Muuuuuuui !", teriak kawan'q yg sedang tertatih-tatih mengejar'q. maklum sech badannya kan endut.
"iya, cepetan..", jawab'q tanpa q hentikan langkah panjang'q. 
Hare ini aq harus segera menyelesaikan banyak hal. waktu ngumpul naskah skripsi tinggal menghitung hare. padahal baru 2 bab yang q tawarkan kepada dosen penasehat'q sebagai jaminan kalo aq bisa maju sidang. so aq harus segera memberi bukti dalam waktu dekat naskah skirip'q akan selesai tepat pada waktunya. 
"Mui, santae sedikit kenapa sech", omel Ery.
"Kan ga lare tokh gunung dikejar", lanjutnya manyun.
"Badan lo kale yg gunung..hee", jawab'q santae walau kake'q tetap melangkah cepat.
Ery cuma ngos-ngosan. Aq jade kasean. akhernya q perlambat juga derap langkah'q.
Semoga ad berkahnya, urusan'q dipermudah karena solidaritas'q dengan teman..amin. doa'q dalam hate.
Sampai di kantor Fakultas Keagamaan, aq segera menuju ruangan dosen penasehat'q yang ada di lantae dua, tepat di ruangan beliau, Pembantu Dekan 1. Ery sudah menyerah mengikute'q. Dia lebih memilih pergi online di warnet fakultas.
"Salamu'alaekum, Pa. Permisi..minta sumbangan..hee", salam'q dare luar.
"W3. Masuk. sumbangan ap Mui ?", tanyan beliau ikut tersenyum.
setelah berbasa-basi sebentar, aq langsung aj konsultasi.
"Kapan kamu mau maju sidang ?", tanya beliau.
"Ah, Bapak. mendaftar aj belom..", jawab'q.
"Maksud Bapak, kamu sidang skripsi ingin semestar ini atau kapan ?"
"semestar ini, Pa.."
"Terus, udah selesai naskahnya ?"
"Belom".
"Terakher pendaftaran kpn ?"
"Hare ini."
Pa Musthafa cuma mengerutlkan kening.
"Bapak jangan kuater, maseh ad waktu 10 hare lage untuk waktu sidang. walaupun saya belom mendaftar dengan persyaratan lengkap, termasuk naskah skirip saya yang baru 2 bab, tape kan maseh ad waktu itu Pa.."
"Apa maksudmu ?"
"yang penting Bapa tanda tangan, tanda bapa setuju saya sidang semester ini juga. yg laen menyusul."
"yaken, kamu bisa ?"
"Bapa yaken saya bisa ?"
Pa Musthafa berpikir sejenak. dan akhernya diberinya tanda tangan persetujuan dosen pembimbing.
"Bapa yaken kamu tidak akan memberi bapa malu"
"InsyaAllah Pa."
setelah diberi saran agar aq harus konsent mengurus naskah skiripsi juga aq diminta menyelesaikan administrasi segera. dengan semangat aq melangkah keluar ruangan. tanpa ragu aq pergi menghadap dosen pembimbing 2. aq yaken Pa Abdullah juga menyetujui. tapi belom aq memaparkan semuanya dihadapan beliau, Pa Abdullah sudah memupuskan harapan'q.
"Aq tidak bisa memberi tanda tangan..", jawabnya.
"Kenapa Pa..", tanya'q shok.
"Terlalu berat."
"Apa yang berat Pa ?"
"Naskah kamu belom selesai."
"Bapa taukan tinggal 3 bab lagi..yang 2 bab kemaren aj bisa saya selesaikan dalam waktu 2 hare pa..jade kalo 3 bab lage berarte kira2 1 minggu lage juga udah kelar..InsyaAllah."jawab'q dengan nada memohon.
"Okey, bagaimana dengan administrasi ?"
"Kalau bapa memberi tanda tangan akan saya selesaikan semua administrasi itu Pa.."
"truz kpn qm menyelsaikan naskah kamu?"
"kan maseh ada waktu malam hare Pa."
"Saya yaken tidak yaken.."
"Ah, Bapa.. kalo Pa Musthafa aj yaken, knp bapa ngga ?" jawab'q meyakenkan.
sejenak Pa Abdullah terdiam.
"Baiklah, karena Pembimbing 1 kamu udah setuju, akan saya beri tanda tangan juga."
"Bapa yaken ?"
"Begini saja, kalau kamu tidak bisa melakukan semuanya, maka otomatis batal surat ini. tp jika diterima, Alhamdulellah kan. berarte ini ad manfaatnya."
Hemm, pragmatis. koment'q dalam hate. akhernya aq mendapatkan juga surat persetujuan dengan tanda tangan lengkap dae pembimbing 1 dan 2.
Perjalanan berikutnya lebih berat sampae aq tidak kuasa lage mengungkapkannya lewat kata-kata. yang jelas bage aq hal-hal yang bersifat administratif sangat menyusahkan. padahal Islam aj kan mudah..tau'ah gimana yang baeknya. yang jelas aq akhernya bisa maju sidang dengan perdebatan akher yang maseh bisa q'ungkapkan.
"Kame pikir kamu tidak bisa sidang sekarang. semestar berikutnya aj.", putus biroskripsi selesai rapat mereka.
"Kenapa Pa ?"
"Karena Pembimbing 2 kamu tidak ada di tempat."
"Apa hubungannya Pa?"
"Itu penting buat berita acara."
"Tapi dulu juga ada kasus mahasiswa bisa sidang walaupun Pembimbing 2 tidak ada."
Mereka terdiam.
"Mui, kamu maseh muda, baru 7 semestar. maseh ada kesempatan 7 semestar lage baru di DO", jawab mereka.
"Hah ? beneren Pa ? "
"Iya."
"Wah, asyek donk. tp bapa dan ibu semua mau kan bayaren SPP saya..", jawabku nakal.
Mereka terdiam.
"Asal bapa dan ibu semua tau, selama saya kuleah pada fakulatas yang penuh dengan beasiswa ini saya ga pernah mendapatkan satu beasiswa pun kecuale satu kale yang itu adalah karena emang semua mahasiswa  sebagai penerima dari satu lembaga itu. padahal ga sombong nech Pa..Nilai IP saya lebih tinggi dari kawan2, saya juga dare keluarga yang ga mampu, tp aneh kan Pa ko malah saya ga pernah dikaseh beasiswa prestasi atau beasiswa pa pun yang bisa menjade bukti kalau fakultas Keagamaan ini bukan pengikut kaum nepotis or kolusis."
Semua terpana. aq tak sanggup lage. air mata ini menitik juga.
"Saya cuma minta keadilan.."
"Lagean kenapa kita harus lebih mengutamakn birokrasi yang mengikat tape menyusahkan darepada untuk sebuah kebaekan.." lanjut'q parau.
aq pergi meninggalkan ruangan itu dengan tetesan aer mata dan aq menyerah kale ini.

Aq pergi kerumah teman. disana aq cuma diam tanpa aq tau ap lage yg harus aq pikirkan. tp selang beberapa jam, ad yg nelfon. no baru.
"Hallo".
"Mui, kamu bisa sidang lusa.", aku terkejut ketika mendengar suara ibu Ayu yang juga dare tim biroskripsi mengumumkan itu.
Alhamdulellah akhernya semua berlalu dengan maniz. aq sudah membuktikan. Waktu bukanlah ukuran untuk sebuah kesuksesan. tape kesungguhan, pantang menyerah, spiritulitas, prinsip kebenaran, dan kegigihan adalah modal terbesar kesuksesan seseorang. amin.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar